Kerajaan di Aceh Singkil

Posted on Updated on

Kerajaan-kerajaan di Aceh Singkil Bagian Hulu

Daerah ini pernah dikuasai oleh tiga kerajaan kecil (Sabeak). Masing-masing : Negeri dari Marga Angkat, Negeri dari Marga Tendang yang beribukota Panisihan dan Negeri dari Marga Buluara. Ketiga negeri tersebut akhirnya lenyap. Beberapa tahun kemudian muncullah Kerajaan Berguh Tugan di wilayah Simpang Kanan (sungai Simpang Kanan). Tepatnya terletak didekat Kampung Tugan.

Menuju ke arah muara, di sekitar sungai Simpang Kanan tumbuh menjamur kerajaan-kerajaan kecil. Antara lain: Kerajaan Jantan Arus (seberang sungai Simpang Kanan), Kerajaan Bajar Pintor di Hilir Pakiraman, Kerajaan Betahpe didekat Kampung Surau, Kerajaan Kehing dan Raba (keduanya di belakang Cibubukan), Kerajaan Uhuk Latar (di belakang Surau) dan Kerajaan Huta Batu.

Menurut trombo, kerajaan-kerajaan kecil itu tunduk kepada Kerajaan Pagaruyung Minangkabau, keturunan dari Cindur Mata. Ketika Putra Maharaja Minangkabau kawin dengan Putri Aceh, wilayah Simpang Kanan dan Simpang Kiri yang disebut juga “Rantau 12” dijadikan Mas Kawin. Dengan demikian kerajaan-kerajaan tersebut menjadi daerah kekuasaan Aceh.

Penobatan raja-raja di semua wilayah kekuasaan Aceh, dilakukan langsung oleh Sultan Aceh. Biasanya dilaksanakan dalam sebuah upacara dengan Surakata dan Keris kebesaran (Bawar). Kemudian di wilayah Singkil Hulu ini, terbentuklah kerajaan-kerajaan kecil yang disebut “Raja Sinambelas” (Raja 16) yaitu :

Simpang Kanan : terdiri dari Raja Tanjung Mas, Raja Surau, Raja Selatong, Raja Ujung Limus, Penghulu Pakiraman, Penghulu Simsim, Penghulu Rantau Panjang, Penghulu Tanah Merah, Kejeruen Sarasah, O.K. Balau Punaga dan Saping.

Simpang Kiri : terdiri dari Raja Tualang, Raja Kota Baru, Raja Pasir Belo, Raja Binanga, Penghulu Belegen, Penghulu Kumbi, Penghulu Batu-batu, Penghulu Longkip dan Penghulu Samar Dua.

Mereka (baik yang di Simpang Kanan maupun yang di Simpang Kiri) memimpin sepetak wilayah. Wilayah-wilayah tersebut kemudian terkenal dengan nama penguasanya. Misal wilayah yang dipimpin oleh Raja Tualang, dikenal orang sebagai Kerajaan (Negeri) Tualang.

Ketika Singkil dianeksasi oleh Belanda dan dijadikan enderafdeeling pada tahun 1840, keduapuluh penguasa (raja) itu disatukan dalam sebuah wadah bernama Dewan Rapat. Tetapi mereka tetap memimpin daerah masing-masing.

Kepada raja-raja tersebut, Belanda memberikan juga tongkat jabatan. Raja Tanjung Mas (dari Simpang Kanan) dan Raja Tualang (dari Simpang Kiri) diberi tongkat jabatan berjambul emas, mengingat keduanya adalah raja yang diangkat oleh Kesultanan Aceh pertama kali. Sedang raja-raja lain diberi tongkat jabatan berjambul perak. Setiap raja didampingi pengapit (Mentri) dalam melaksanakan tugasnya.

Sumber: (Alm.) Drs. H. Sayed Mudhahar Ahmad dalam buku ‘Ketika Pala Mulai Berbunga (Seraut Wajah Aceh Selatan)’

20 thoughts on “Kerajaan di Aceh Singkil

    mabuksunti said:
    30/10/2008 pukul 14:24

    mas,
    kalau kerajaan yang rajanya punya banyak asam sunti yang mana ya? 😀

    acehsingkil reply:🙂 Kehabisan asam sunti ya mbaak buat pasokan warungnya… hee

    Suka

    levi_archdesign said:
    14/01/2009 pukul 03:19

    penulisnya sapa ya???

    Reply from acehsingkil :

    Penulisnya seperti yang tertulis dalam sumber tulisan di atas adalah (Alm.) Drs. H. Sayed Mudhahar Ahmad.🙂
    Sukses ya kuliahnya di Semarang…

    Suka

    YARWIN ADI DHARMA, S. Pt said:
    29/01/2009 pukul 15:43

    Tolong Penulis ungkapkan juga tentang keberadaan kerajaan batu-batu dan Profil Sultan Daulat. Terima Kasih.

    Suka

    Taufik said:
    15/02/2009 pukul 08:33

    Saya pernah dengar Kerajaan Penangaalan, da gak y?

    Suka

    abdul said:
    24/05/2009 pukul 17:47

    saya tidak menyangka ternyata masih ada orang masih peduli dengan sejarah singkil.
    setelah saya membaca tulisan ini saya sangat terinspirasi oleh cerita kakek-nenek saya sewaktu saya msih di kampung…
    ternyata situs-situs kerajaan singkil telah banyak di jual oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab…

    Suka

    Putra singkohor said:
    26/07/2009 pukul 17:31

    Law daerah singkohor ma lentong ikut kerajaan mana.

    Suka

    abdul muhri said:
    14/08/2009 pukul 21:13

    Bagaimana kalau kita buat seminar lagi tentang sejarah Singkil?

    Suka

    sudiutamatumangger said:
    19/08/2009 pukul 22:33

    saudara pilih kerajaan mana tak ada masalah, cuma bertentangan dengan sejarah, itu aja kok ditanyai,
    horas lae,,,,,, semua orang pasti cinta aceh singkil,,, cuma malu-malu tapi mau,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Suka

    Jabon said:
    31/07/2010 pukul 21:52

    wah saya jadi bnyak tau tentang aceh ni …

    Suka

    jabon said:
    27/08/2010 pukul 15:47

    mampir lagi nich petani jabon
    salam…

    acehsingkil reply:

    Monggo🙂

    Suka

    Nanda said:
    16/03/2011 pukul 13:30

    tulisannya mantap..
    mohon share

    Suka

    m.nasir said:
    17/04/2012 pukul 11:21

    mas sumbernya bisa di beritahu lebih lengkap…tolong yaaa…

    Reply from acehsingkil:

    Salam kenal🙂

    Sumbernya terdapat di akhir tulisan di bagian bawah, silahkan dilihat lagi.

    Terimakasih atas kunjungannya.

    Suka

    najarudin said:
    18/05/2013 pukul 10:01

    dengan sejarah barusan mari sama2 kt pererat rasa persaudaraan kt. dan ayok kita ungkap sejarah cucu moyang kt.

    Suka

    Arfand Alfredo said:
    12/10/2013 pukul 22:27

    Tolong konfirmasi nya msh ada gak ya buku ketika pala sedang berbunga dan di pustaka mana….krn sy sgt senang baca buku Tsbt,trims

    Suka

    acehsingkil responded:
    28/10/2013 pukul 20:58

    Kurang tahu di Pustaka mana yang memiliki buku tersebut, kebetulan saya hanya punya copian nya.

    Suka

    kitengtoak said:
    05/02/2014 pukul 10:50

    benar tu.tp belum diulas dgn dalam.trombo cindermata yg bertulis arab melayu bertera cap sekureng.jelas merupakan wilayah aceh.tp yg berkawin dgn putri raja trumon kalau tak salah sultan alam.turunan ke 7 sultan melingkar alam yg berasal dr pagaruyung.
    menurut anak raja tualang yg merupakan org tua walkot subulussalam.anak dr sultan alam adalah kastanya lebih tinggi semasa mereka sekolah di jawa.

    Suka

    kitengtoak said:
    05/02/2014 pukul 15:13

    lengkap nya lagi berkahwin dgn putri trumon bernama siti maryam adalah sultan alam anak dr sultan setangkai alam.kemenakan sutan cindur mato.
    sultan setangkai alam anak dari sultan marahamat dan anak dr sultan mahmut putra sultan melingkar alam (sultan pertama dr pagaruyung )

    Suka

    acehsingkil responded:
    12/04/2014 pukul 21:06

    Buat semua jika ada informasi lebih lanjut mengenai Kerajaan dimaksud silahkan untuk berbagi disini.🙂

    Suka

    murnia said:
    15/08/2014 pukul 19:59

    salam buat penulis…….
    pembahan yang anda tulis cukup menarik bagi saya,. sebab hal ini sangat jarang di ungkap oleh para sejarawan. padahal di singkil bagian hulu masih cukup yang belum dikaji. seperti di daerah pakiraman, terdapat terowongan yang dibuat oleh Belanda. informan “Inang Nenek, 90 han” penduduk asli singkil bagian hulu.
    terima kasih banyak buat penulis………………………….

    Suka

    acehsingkil responded:
    27/11/2014 pukul 21:21

    Terimakasih Sdr. Murnia untuk dukungan dan info nya yang menarik mengenai terowongan di Pakiraman.🙂

    Salam Aceh Singkil.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s