Hamzah Fansuri

Mengenal Hamzah Fansuri Cat. I

Posted on Updated on

Hamzah Fansuri, Pemantik Peradaban Aceh

Tak banyak sejarah yang menukil seorang maestro peradaban yang tidak hanya dikenal di timur tapi juga di Barat. Dia Hamzah Fansuri, ulama yang pujangga nusantara. Dalam karya-karyanya ditemukan kunci peradaban satu kaum (Aceh). Di Malaysia, sastra menjadi tumpuan kaki peradaban Melayu, sehingga pujangga ditempatkan di atas para intelektual. Jika kita simakĀ  satu lagu Aceh yang sering dinyanyikan oleh Rafly (penyanyi/penyair Aceh), maka kita tidak akan bisa melupakan syair berikut.

//Wahai muda kenali dirimu/ ialah, perahu tamsil tubuhmu
tiadalah berapa lama hidupmu/ ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman/ hasilkan kemudi dengan pedoman
alat perahumu jua kerjakan/ itulah jalan membetuli insane
Wujud Allah nama perahunya/ ilmu Allah akan kurungnya
iman Allah nama kemudinya/ yakin akan Allah nama pawangnya
Tuntuti ilmu jangan kepalang/ di dalam kubur terbaring seorang
Munkar wa Nakir ke sana datang/ menanyakan jikalau ada engkau sembahyang
Munkar wa Nakir bukan kepalang/ suaranya merdu bertambah garang
tongkatnya besar terlalu panjang/ cabuknya banyak tiada terbilang.
Kenal dirimu hai anak Adam/ tatkala di dunia terangnya alam
sekarang di kubur tempatmu kelam/ tiadalah berbeda siang dan malam//
(Syair Perahu Hamzah Fansuri)

Bait syair itu tak asing di telinga orang Aceh lewat lagu Rafli Kande. Itulah syair karya pujangga besar Hamzah Fansuri; seorang ulama Baca entri selengkapnya »

Iklan